-->

Alinemen Horizontal

Alinemen Horizontal

Alinemen horizontal adalah garis proyeksi sumbu jalan tegak lurus bidang peta. Alinemen horizontal merupakan trase jalan yang terdiri dari:
  • Garis lurus, merupakan bagian jalan yang lurus.
  • Lengkungan horizontal yang disebut dengan tikungan, bagian yang sangat kritis pada alinemen horizontal, karena suatu benda yang bergerak dengan lintasan berbentuk lengkungan akan menerima gaya sentrifugal yang akan melemparkan kendaraan kearah luar lengkungan.

Maka pada perencanaan tikungan agar dapat memberikan keamanan dan kenyamanan pada pemakai jalan, perlu pertimbangan hal–hal sebagai berikut:
  • Lengkung peralihan
  • Kemiringan melintang
  • Superelevasi
  • Pelebaran pada tikungan
  • Kebebasan samping.

Data Trase Jalan

Trase jalan yang disebut haruslah memperhatikan hal–hal sebagai berikut:
  • Trase jalan diusahakan dibuat pada daerah yang mempunyai kontur datar.
  • Penyelesaian atau penyeimbangan antara penggalian dan timbunan.
  • Menghindari terjadinya overlap.


Jari–Jari Lengkung Minimum

Jari–jari lengkung minimum untuk kecepatan rencana yang berlainan, seperti diperlihatkan pada tabel berikut, didasarkan pada superelevasi maksimum dengan rumus:

R = V2 / 127(f+i)

Keterangan:

R = jari –jari lengkung minimum (m)
V = kecepatan rencana (km/jam)
F = koefisien gesekan sisi (koefisien gesekan sisi ban dan permukaan jalan melawan geseran)

Harus diingat bahwa jari–jari tersebut di atas bukanlah harga jari–jari yang diinginkan tetapi adalah jari–jari yang bernilai kritis untuk kenyamanan pengemudi dan keselamatan. Perlu diusahakan agar jari–jari lengkung dibuat lebih besar untuk setiap perencanaan. Harus juga diingat bahwa satu tikungan yang tajam tidak diadakan mendadak sesudah bagian yang lurus. Jika mendekati tikungan yang tajam, lebih baik bagian jalan yang lurus diubah secara bertahap dengan lengkung peralihan.

Baca juga:
Biaya Operasional dan Kepemilikan Alat Berat
Cara Membuat RAB (Rencana Anggaran Biaya)
Cara Menghitung Indeks Kekeringan

Panjang Lengkung Minimum

Untuk menjamin kelancaran mengemudi, tikungan harus cukup panjang sehingga diperlukan waktu 6 detik atau lebih untuk melintasinya, panjang jari–jari lengkung minimum pada tabel didasarkan pada rumus:

L = V . t

Keterangan:

L = panjang lengkung minimum
V = kecepatan rencana
t = waktu tempuh


Pelebaran Pada Tikungan

Jalan kendaraan pada tikungan perlu diperlebar untuk menyesuaikan dengan lintasan lengkung yang ditempuh kendaraan. Nilai pelebaran yang ditunjukkan pada tabel didasarkan atas klasifikasi jalan raya. Disini kendaraan rencana adalah semi trailer untuk kelas 1, dan truk untuk kelas 2, kelas 3, dan kelas 4.

Baca juga:
Dampak Yang Timbul Pada Pekerjaan Konstruksi Dan upaya Penanganannya
Dasar-dasar Manajemen Proyek
Desain Timbunan Di Atas Tanah Lunak


Pelebaran tidak dibutuhkan pada jalan kelas 5 dengan lalu lintas yang diperkirakan hanya mencakup sejumlah kecil kendaraan yang berukuran besar.

Kemiringan Melintang

Untuk drainase permukaan, jalan dengan alinemen lurus membutuhkan kemiringan melintang yang normal 2% untuk aspal beton atau perkerasan beton, dan 3% - 5% untuk perkerasan macam dan jenis lainnya dan jalan batu kerikil.

Superelevasi

Nilai superelevasi yang tinggi mengurangi gaya geser dan menjadikan pengemudi pada tikungan lebih aman, tetapi batas praktis berlaku untuk itu. Ketika bergerak perlahan mengitari suatu tikungan dengan superelevasi yang tinggi, maka bekerja gaya negatif ke samping dan kendaraan dipertahankan pada lintasan yang tetap dan tepat hanya jika pengemudi mengemudikannya ke sebelah atas lereng atau berlawanan dengan arah lengkung mendatar. Nilai pendekatan untuk tingkat superelevasi maksimum adalah 10%.


Jari–jari minimum yang tidak memerlukan superelevasi ditunjukkan pada tabel berikut:

Superelevasi berdasarkan kecepatan rencana dan jari-jari lengkungan dapat dilihat pada tabel berikut:

Penentuan Stationing Dan Plotting

Penentuan stationing dalam artian jarak patok digunakan untuk memperoleh panjang horizontal jalan dari elemen horizontal (trase yang direncanakan).

Untuk menghitung panjang horizontal, dibuat patok yang berjarak sebagai berikut:
  • Untuk daerah datar, jarak patok = 100 m
  • Untuk daerah bukit, jarak patok = 50 m
  • Untuk daerah gunung, jarak patok = 25 m

Sehingga dari panjang tikungan yang dihitung terlebih dahulu akan didapat panjang horizontal dari jalan tersebut. Stationing merupakan panjang jalan yang sebenarnya, dimana panjang stationing harus lebih pendek dari panjang trase yang kita buat. Berikut ini contoh cara menghitung stationing dan plotting:

Gambar Cara Mengitung Stationing dan Plotting


Panjang horizontal AB, dihitung sebagai berikut:
Sta 0 + 000 = 0 m
Sta 0 + 100 = 100 m
Sta 0 + 200 = 200 m
Sta TC = dPI1 - Tc
Sta PI = Sta TC + Lc/2
Sta CT = Sta TC + Lc
Sta TS = Sta CT + dPI1PI2 - (TS + Tc)
Sta ST = Sta TS + L
Sta B = Sta CT + dPI2B - TS

Jadi selain titik penting pada tikungan (TC, CT, TS, dan ST) perlu ditentukan stationing dari titik yang mempunyai jarak tertentu dari tikungan.

Pencapaian Kemiringan

Kemiringan tepi jalur lalu lintas waktu beralih dari penampang normal ke penampang superelevasi tidak boleh melampaui nilai yang diperlihatkan pada tabel berikut:

Tabel di atas dinyatakan sebagai suatu perbandingan. Pancapaian kemiringan harus dipasang dalam lengkung peralihan. Jika tidak dipasang lengkung peralihan pencapaian kemiringan harus dipasang sebelum atau sesudah lengkung tersebut. Berikut ini bentuk- bentuk kemiringan jalan:

Gambar Bentuk-Bentuk Kemiringan Jalan


Lengkung Peralihan

Sebaiknya lengkung peralihan dipasang pada bagian awal, diujung dan titik balik pada lengkung untuk menjamin perubahan yang tidak mendadak jari–jari lengkungan, superelevasi dan pelebaran. Lengkung peralihan juga membantu penampilan alinemen, untuk menjamin kelancaran pengemudi. Panjang lengkung minimum peralihan ditunjukkan pada tabel berikut:

Panjangnya dapat dihitung dengan rumus:

L = V . t = (V/3,6).t

Keterangan:

L = panjang minimum lengkung peralihan.
V = kecepatan rencana
T = waktu tempuh

Lengkung dan jari–jari besar, seperti yang dilihat pada tabel di bawah ini, tidak memerlukan lengkung peralihan:

Jika lengkung peralihan dipasang, alinemen mendatar bergeser dari garis singgung ke suatu lengkungan. Panjang lengkung peralihan minimum, sebagaimana disebutkan di atas ditentukan berdasarkan kecepatan rencana, nilai pergeseran minimum untuk masing–masing kecepatan rencana ditentukan oleh jari–jari lengkung. Jika jari-jari lengkung sedemikian besarnya sehingga pergeseran minimum dapat diadakan pada jalur lebar, maka lengkung peralihan tidak dibutuhkan.


Ruang Bebas Samping

Sesuai dengan jarak pandang yang dibutuhkan, baik jarak pandang henti maupun jarak pandang menyiap maka diperlukan kebebasan samping. Pada tikungan tidak selalu harus dilengkapi dengan kebebasan samping (jarak bebas), hal ini tergantung pada kondisi berikut:
  • Jari–jari tikungan
  • Kecepatan rencana, yang langsung berhubungan dengan jarak pandang
  • Keadaan medan lapangan

Seandainya menurut perhitungan diperlukan adanya kebebasan samping, akan tetapi keadaan medan tidak memungkinkan maka diatasi dengan memberikan atau memasang rambu peringatan sehubungan dengan kecepatan yang diizinkan.

Baca juga:
Dokumen Kontrak
Jembatan Beton Bertulang
Jenis-jenis Peralatan Pemadat Dan Fungsinya
Klasifikasi Geosintetik
Metode Desian Revetment atau Dinding Pantai

Bentuk – Bentuk Tikungan

Tikungan dapat dibagi atas tiga jenis:

1. Tikungan Circle (Full Circle)

Gambar Tikungan Full Circle

Keterangan:

PI = Point of Intersection (sudut tangen)
Δ = sudut tikungan
TC = Tangen Circle
CT = Circle Tangen

Bentuk tikungan ini digunakan pada tikungan yang mempunyai jari–jari yang besar dan sudut tangen yang relatif kecil. Rumus umum:

T = R tan ½ ΔE = T tan ¼ Δ atauE = R (sec ½ Δ - 1)L = Δ /360.2.π. R

Keterangan:

R = jari – jari (ditetapkan) (m)
T = jarak antara TC dan PI (m)
L = panjang bagian tikungan (m)
E = jarak PI ke lengkung peralihan (m)


2. Bentuk tikungan Spiral Circle Spiral

Lengkung spiral merupakan peralihan dari bagian lurus kebagian circle, yang panjangnya diperhitungkan dengan memperhatikan bahwa perubahan gaya sentrifugal dari nol (pada bagian lurus) sampai mencapai dimana harga berikut:

F sent = (m . V3) / (R . Ls)

Dimana harga Ls min = 0,022 . (V3 / ( R .C)) - (2,27. V K / C)

Keterangan :

L = panjang lengkung spiral (m)
V = kecepatan rencana (km/jam)
R = jari–jari Circle (m)
C = perubahan kecepatan (m/detik2)

Adapun jari-jari yang diambil untuk tikungan SCS haruslah sesuai dengan kecepatan rencana dan tidak mengakibatkan adanya kemiringan tikungan yang melebihi harga maksimum yang ditetapkan yaitu:
  • Kemiringan maksimum jalan antar kota = 0,10
  • Jari-jari minimum untuk setiap kendaraan atau kecepatan rencana (pada tabel) yang ditentukan berdasarkan: a. Kemiringan maksimum; b. Koefisien gesekan melintang maksimum

Gambar Tikungan Spiral Circle Spiral


Keterangan SCS:

PI/sta = nomor station
D = jarak dari PI ke PI yang lain
V = kecepatan rencana (km /jam)
Δ = sudut delta (diukur dari gambar trase)
R = jari–jari (m)
LS = panjang lengkung spiral (m)
LC = panjang lengkung circle (m)

Rumus:

Δ C = Δ - 2 Δ S
YC = LS2 / 6RC
LC = (c/360).2 Δ RC
P = YC - RC (1 - cos Δ S)
L = LC + 2LSk = XC - RC sin Δ S
XC = LS - (LS3 / 40R2)
ES = (RC + P) sec 1/2 Δ - RC

Gambar Elemen Spiral

Perhatikan gambar elemen Spiral:

Lengkung ABC disebut juga Escalating Circle, yaitu lengkung transisi penghubung garis singgung A dengan titik C (SC) pada lingkaran.

R = jari-jari variabel pada sembarang titik didaerah lengkung spiral (r = Rc di SC)
L = panjang sumbu spiral (L = Ls di SC)
Δ = sudut pusat busur AB (θ= θs di SC)
D = derajat lengkung (D : Dc – busur AB : Busur AC)
X & Y = koordinat titik B terhadap sumbu AX


Penurunan rumus:

Derajat lengkung berbanding lurus dengan jarak L dari TS dan berbanding terbalik terhadap jarak L.
d l = r dθ, dθ = dl / r
maka r = C / l ………. (a)

pada SC dibuat RC = C / LS……. (b)
C = konstanta, maka dari (a) dan (b) didapat

r = (Rc . Ls) / L ………........... (1)

karena dθ = dl / r, maka dθ = (l .dl) / (Rc . Ls)

dθ = (d l .l) / (Rc . Ls)

keterangan:

θ = L2 / (2Rc . Ls) + C*θ adalah sudut yang dibentuk oleh garis singgung pada suatu titik pada spiral dengan perpanjangan tangen.

Karena untuk θ = 0 didapat L = 0, maka:
Harga C = 0, jika C = 0, maka:
θ = l2 / (2 . Rc . Ls) …………….. (2)
Untuk titik C didapat θ:
θ = θs dan L = Ls, sehingga
Δ s = Ls / 2 Rc ……………….… radial
Ls = 2 Rc . θs ………………...... (3)

Selanjutnya dapat dihitung Ts dan Ls:

Keterangan:

Ts = (R + P) tan ½ Δ + K
Ls = (R + P) sec ½ Δ - R

Karena θ dalam bentuk radial, maka dapat dijadikan kedalam derajat.

360 = 2θ radial, maka 1 radial = 57,29580

jadi harga:

θ = ls / Rc . (28,64’)……………… (0)

θ / θs = L2 / Ls2 ………………….. (4)
dY = dl sin θdX = dl cos θ

jika diintegralkan maka diperoleh:

Y = L . θ / 3 dan
X = l - (l - θ2) / 10 …………… (5)

Maka subsitusikan (2) ke (5) didapat:

Y = L3 / (6 . Rc . Ls)
X = L - (L5 / 40 . Rc2 . Ls2)
= L - (L3 / 40 . Rc2)

dari gambar juga akan diperoleh:

P = Yc – Rc (l – cos θs) = Yc - Rc Vers . θs
K = Xc – Rc sin θs dan Ts = (Rc + P) tan ½ Δ + K
Es = (R + P) sec ½ Δ - Rc


Adapun pada pelaksanaan perencanaan dipakai tabel yang praktis penggunaannya.

Dari R dapat dihitung nilai D = 1432,40 / R ……….. (0)

R atau D dan V yang ditetapkan, maka selanjutnya lihat tabel e – maks, didapat e (%) dan Ls (m).

Dari harga–harga diatas ditetapkan:

C = - 2θ
Lc = (c / 3600) 2 Δ R (m)
L = Lc + 2 Ls
Ts = (R + P) tan ½ Δ + k
Es = (R + P) sec ½ Δ - Rc

Note : Bila harga Lc < 20, maka bentuk tikungannya adalah SS.

3. Bentuk Tikungan Spiral – Spiral

Bentuk tikungan ini dipergunakan pada tikungan yang tajam. Adapun formula–formula yang dipakai sama seperti rumus–rumus pada tikungan SCS, cuma ada perbedaan pemakaiannya.

Baca juga:
Metode Pelaksanaan Pasangan Bata Ringan
Metode Pelaksanaan Pekerjaan Terowongan atau Tunnel
Panduan Menggambar Teknik
Pekerjaan Lapis Pondasi Agregat Kelas A dan Kelas B
Pekerjaan Perkerasan Kaku (Rigid Pavement)


Tetapi perlu diingat:

c = 0, maka Δ = 2θs
Lc = 0, maka L = 2 Ls
Ls = 2 R / 3600, maka L θs . R / 28,648
Dimana harga P = P* . Ls dan K = K* . Ls

Dengan mengambil harga P* dan K* dari θs untuk Ls sama dengan L.

Untuk Ls = 1, selanjutnya:

TS = (R + P) tan 1/2 Δ + k
ES = (R + P) sec 1/2 Δ - R

Gambar Tikungan Spiral – Spiral

Share this:

Disqus Comments